Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal
Pengaruh Waktu Pelaksanaan Trakeotomi terhadap Risiko Rekurensi Tumor Peristoma dan Morbiditas Pasca Total Laringektomi: Sebuah Telaah Sistematis
By Dian Permatasari, Hendradi Surjotomo, Mohammad Dwijo Murdiyo and 1 others.
Abstract
Abstrak: Laringektomi total merupakan terapi untuk kanker laring stadium lanjut, tetapi memiliki risiko morbiditas pascaoperasi dan rekurensi peristoma. Trakeotomi praoperatif sering diperlukan pada obstruksi jalan napas, namun pengaruh waktu pelaksanaannya terhadap luaran onkologis dan pascaoperasi masih belum jelas. Tujuan: Menelaah secara sistematis hubungan waktu pelaksanaan trakeotomi dengan rekurensi peristoma dan morbiditas setelah laringektomi total. Metode: Telaah sistematis dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, Embase, dan Google Scholar berdasarkan kerangka PICO. Studi yang diikutsertakan melibatkan pasien dewasa dengan kanker laring yang menjalani laringektomi total dan membandingkan trakeotomi praoperatif dengan trakeotomi intraoperatif atau tanpa trakeotomi praoperatif. Seleksi mengikuti prinsip PRISMA dan kualitas metodologis dinilai menggunakan Newcastle-Ottawa Scale. Hasil: Sebanyak 11 studi observasional diikutsertakan. Temuan mengenai hubungan trakeotomi praoperatif dengan luaran onkologis tidak konsisten. Beberapa studi menunjukkan hubungan dengan disease-free survival dan overall survival yang lebih buruk serta peningkatan invasi tiroid, sedangkan studi lain tidak menemukan hubungan bermakna dengan komplikasi pascaoperasi. Fistula faringokutaneus merupakan morbiditas yang paling sering dilaporkan, dengan insidensi sekitar 23–25% dan angka lebih tinggi setelah laringektomi salvage. Kesimpulan: Trakeotomi praoperatif berpotensi berkaitan dengan luaran onkologis yang lebih buruk, tetapi bukti masih tidak konsisten dan kemungkinan dipengaruhi oleh keparahan tumor serta faktor perioperatif. Morbiditas pascaoperasi lebih konsisten berkaitan dengan radioterapi/kemoradioterapi sebelumnya, status nutrisi, dan faktor perioperatif dibandingkan waktu trakeotomi semata.



