Jurnal Kesehatan Tambusai
Eksplorasi pengalaman tingkat kesepian (loneliness) lansia di wilayah desa batu belubang tahun 2025
By Kamelia Kamelia and Indah Permata Sari.
Abstract
Kesepian merupakan kondisi emosional yang sering dialami oleh lansia akibat berkurangnya interaksi sosial, perubahan peran, serta kehilangan pasangan hidup atau anggota keluarga. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan kualitas hidup lansia, terutama di wilayah perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman tingkat kesepian pada lansia di wilayah Desa Batu Belubang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Informan berjumlah empat orang lansia berusia 60–90 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, serta uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menghasilkan lima tema utama, yaitu respons dan adaptasi lansia terhadap kesepian, proses lansia mengalami kesepian, perubahan aktivitas dan pola interaksi, dinamika kesehatan fisik dan psikologis, serta peran dukungan keluarga. Faktor penyebab kesepian meliputi kehilangan pasangan hidup, keterbatasan fisik, minimnya aktivitas sosial, dan kurangnya dukungan keluarga. Kesepian berdampak pada perasaan sedih, takut, kesunyian, gangguan tidur, dan menurunnya semangat hidup. Dukungan keluarga, tetangga, serta keterlibatan dalam aktivitas keagamaan membantu lansia mengatasi kesepian. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kesepian pada lansia bersifat kompleks dan multidimensional. Diperlukan peran aktif keluarga, masyarakat, dan tenaga kesehatan untuk mengurangi kesepian dan meningkatkan kesejahteraan lansia.




