IJOH Indonesian Journal of Public Health
Penerapan slow deep breathing terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di mertokusuman rw vii gandekan surakarta
By Lativa Rahmawati, Eska Dwi and Panggah Widodo.
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama karena prevalensinya terus meningkat dan berisiko menyebabkan komplikasi pada jantung, otak, maupun ginjal. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi nonfarmakologis yang mudah dilakukan secara mandiri. Salah satu intervensi yang dapat diterapkan yaitu Slow Deep Breathing, yang bekerja dengan meningkatkan aktivitas sistem saraf parasimpatis, menurunkan aktivitas saraf simpatis, meningkatkan sensitivitas barorefleks, serta menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah. Mekanisme tersebut membantu menurunkan resistensi perifer dan frekuensi denyut jantung sehingga tekanan darah dapat menurun. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan hasil penerapan Slow Deep Breathing terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Mertokusuman RW VII Gandekan Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua penderita hipertensi yang dipilih secara purposive. Intervensi Slow Deep Breathing dilakukan selama 15 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan tensimeter digital. Hasil yang diperoleh setelah penerapan intervensi, kedua responden mengalami penurunan tekanan darah. Responden 1 mengalami penurunan dari 191/118 mmHg menjadi 150/93 mmHg, sedangkan responden 2 mengalami penurunan dari 165/107 mmHg menjadi 145/97 mmHg. Kesimpulannya yaitu penerapan Slow Deep Breathing efektif membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi sehingga dapat dijadikan sebagai terapi nonfarmakologis pendamping pengobatan dalam upaya mengontrol tekanan darah.






