Jurnal Kesehatan Lentera Aisyiyah
Hubungan lama pengobatan dengan tingkat stres pada penderita TB paru di puskesmas lubuk buaya kota padang tahun 2026
By Intan P Sari and Nova Rita.
Abstract
Pengobatan Tuberkulosis (TB) Paru yang membutuhkan waktu minimal 6 bulan berpotensi memicu kejenuhan, efek samping obat, dan tekanan emosional yang berdampak pada stres penderita. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan mengetahui hubungan antara lama pengobatan dengan tingkat stres pada penderita TB Paru di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Tahun 2025. Menggunakan teknik total sampling, diperoleh sampel sebanyak 40 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner modifikasi untuk variabel lama pengobatan dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) untuk mengukur tingkat stres, yang kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada tahap pengobatan lanjutan (3–6 bulan) yaitu sebanyak 57,5% (23 orang) dan tingkat stres responden mayoritas berada dalam kategori sedang sebesar 42,5% (17 orang). Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p-value 0,203 (> 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama pengobatan dengan tingkat stres pada penderita TB Paru di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil ini, disarankan kepada petugas kesehatan di Poli TB untuk tidak hanya memeriksa kondisi fisik dan kepatuhan minum obat pasien saja, tetapi juga mulai memperhatikan serta melakukan skrining berkala terhadap kondisi psikologis pasien.



