Jurnal Kesehatan Tambusai
Analisis faktor tingkat ekonomi dan pola makan terhadap kejadian stunting pada balita di desa tanjung gunung bangka tengah tahun 2025
By Arika Aprilia and Maryana Maryana.
Abstract
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa secara mendalam pengaruh tingkat ekonomi keluarga dan pola makan terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Tanjung Gunung pada tahun 2025. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain observasional kuantitatif yang menghasilkan data berupa analisa univariat dan bivariat. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang tua balita yang berada di wilayah tersebut dan memenuhi kriteria inklusi. Sampel penelitian yang berhasil diperoleh yaitu orang tua balita yang berjumlah sebanyak 79 responden. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sebagian besar pendapatan orang tua balita berada di bawah Upah Minimum Regional (UMR) yaitu sebanyak 68 orang (86,1%), dan penerapan pola makan pada anak stunting yang tergolong tidak bergizi yaitu sebanyak 13 balita (52,0%). Berdasarkan hasil uji statistik, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara tingkat ekonomi orang tua serta penerapan pola makan terhadap tingkat kejadian stunting pada anak balita. Dari hasil penelitian ini diharapkan bagi para orang tua agar lebih mengupayakan peningkatan perekonomian keluarga serta memberikan pola makan yang bergizi, seimbang, dan bervariasi bagi balita.




