Jurnal Kesehatan Tambusai
Hubungan usia dan lama operasi dengan kejadian shivering pada pasien spinal anestesi
By Muhammad Nor Ramadan.
Abstract
Menggigil pascaanestesi spinal tergolong komplikasi yang cukup sering terjadi, dengan prevalensi global berkisar 40–70%, serta berpotensi memicu peningkatan kebutuhan oksigen hingga 400%, gangguan hemodinamik, dan intensifikasi nyeri pascaoperasi. Usia pasien dan durasi pembedahan dikenal sebagai dua faktor risiko utama penyebab kondisi ini, namun data spesifik mengenai fenomena tersebut di wilayah Kalimantan Selatan masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan usia dan lama operasi dengan kejadian menggigil pada pasien anestesi spinal di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Rancangan penelitian bersifat korelatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi mencakup seluruh pasien yang menjalani anestesi spinal sebanyak 135 orang, dengan 58 responden ditetapkan sebagai sampel melalui teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin pada Mei 2026, dan hubungan antarvariabel diuji menggunakan Chi-Square Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 33 responden (56,9%) mengalami menggigil pascaoperasi. Kelompok lansia menjadi kelompok usia terbanyak (44,8%), sedangkan berdasarkan durasi tindakan, kategori operasi cepat (<1 jam) dan sedang (1–2 jam) memiliki proporsi sama besar, yaitu masing-masing 41,4%. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p sebesar 0,002 untuk variabel usia dan 0,004 untuk variabel lama operasi, yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara kedua variabel tersebut dengan kejadian menggigil pada pasien anestesi spinal.










