Jurnal Kesehatan Tambusai
Evaluasi program pengendalian diabetes melitus di puskesmas lampaseh
By Husaimi Husaimi, Farrah Fahdhienie and Meutia Zahara.
Abstract
Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang memerlukan pengendalian berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Di Puskesmas Lampaseh Kota Banda Aceh, program pengendalian diabetes melitus masih menghadapi kendala logistik pemeriksaan, beban kerja petugas, konseling individual, dan kesinambungan kontrol pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program pengendalian diabetes melitus berdasarkan model Input-Process-Output-Outcome-Impact. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan data program tahun 2023–2025 yang diperoleh dari dokumen program, register penyakit tidak menular, rekam medis, observasi, dan wawancara dengan penanggung jawab program, tenaga kesehatan, kader, serta pasien. Data kuantitatif dianalisis menggunakan frekuensi, persentase, rasio, dan tren tahunan, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa program didukung oleh dokter, perawat, kader, anggaran, fasilitas dasar, regulasi, dan pelatihan kader, tetapi masih terdapat keterlambatan distribusi strip glukosa dan konseling individual yang belum optimal. Cakupan layanan meningkat dari 59,6% pada 2023 menjadi 75,8% pada 2025, dan jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan meningkat dari 221 menjadi 270 pasien. Namun, kunjungan kontrol ulang menurun tajam pada 2025. Outcome menunjukkan 57% pasien mengalami penurunan kadar gula darah, 63% memperbaiki pola makan, 51% meningkatkan aktivitas fisik, dan 82% puas terhadap pelayanan. Kesimpulannya, program telah berjalan dengan dukungan input dan peningkatan cakupan layanan, tetapi kesinambungan pemantauan pasien masih perlu diperkuat melalui perbaikan logistik, sistem pengingat kontrol, konseling individual, dan optimalisasi peran kader.






