Jurnal Kesehatan Tambusai
Hubungan kepatuhan diet terhadap pengendalian kadar gula darah pada pasien rawat inap
By Anggun Dyah Pitaloka and Apriyani Puji Hastuti.
Abstract
Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan kebutuhan insulin. Tujuan penelitian ini adalah didapatkan hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Klinik Astagina Medika. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan desain cross-sectional yang bertujuan untuk mengukur kepatuhan diet dan kadar gula darah pada waktu yang sama. Penelitian dilakukan di Klinik Rawat Inap Astagina Medika pada periode April hingga Mei 2026. Populasi penelitian mencakup pasien rawat inap dan rawat jalan di klinik tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 15 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner kepatuhan diet yang terdiri dari delapan pertanyaan dengan pilihan jawaban “Ya” dan “Tidak”, serta lembar observasi untuk mencatat kadar gula darah yang diukur menggunakan alat autocheck. Kadar gula darah diklasifikasikan menjadi normal (<200 mg/dL) dan hiperglikemia (≥200 mg/dL). Dari total 38 responden, sebanyak 12 responden (31,6%) tergolong patuh terhadap diet, sedangkan 26 responden (55,0%) termasuk dalam kategori tidak patuh. Adapun responden dengan kadar gula darah normal berjumlah 25 orang (65,88%), sementara 13 orang (34,2%) memiliki kadar gula darah yang tinggi. Hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003, yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan diet dan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Terdapat hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Klinik Astagina Medika.






