Jurnal Kesehatan Tambusai
Gambaran kadar kalsium serum darah pada wanita 50 -70 tahun penderita diabetes melitus tipe ii di puskesmas simalingkar kota medan
By Nazwa Putri Ramadhani, Fani Nuryana Manihuruk, Liber Napitupulu and 1 others.
Abstract
Diabetes melitus (DM) tipe II merupakan gangguan metabolik yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia. Wanita pascamenopause berusia 50–70 tahun merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian karena perubahan fisiologis pada masa tersebut dapat memengaruhi keseimbangan kalsium dan kesehatan tulang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran konsentrasi kalsium serum darah pada wanita berusia 50–70 tahun dengan DM tipe II di wilayah Puskesmas Simalingkar, Kota Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 32 wanita yang telah terdiagnosis DM tipe II. Pemeriksaan kadar kalsium serum dilakukan di Laboratorium Universitas Senior Medan menggunakan Spektrofotometer BioSystems BTS. Data hasil pemeriksaan kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi berdasarkan kategori kadar kalsium serum. Dari 32 responden, sebanyak 16 orang (50,0%) memiliki kadar kalsium serum dalam rentang normal, yaitu 8,6–10,2 mg/dL. Sebanyak 11 orang (34,4%) mengalami hiperkalsemia, sedangkan 5 orang (15,6%) mengalami hipokalsemia. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar kalsium serum dalam batas normal, tetapi gangguan kadar kalsium masih ditemukan pada sebagian responden. Sebagian besar wanita berusia 50–70 tahun dengan DM tipe II di wilayah Puskesmas Simalingkar memiliki kadar kalsium serum normal. Namun, hiperkalsemia dan hipokalsemia juga ditemukan sehingga pemantauan kadar kalsium secara berkala penting dilakukan sebagai bagian dari upaya pemantauan kondisi metabolik dan pencegahan komplikasi






