Jurnal Kesehatan Tambusai
Efektivitas pemberian makanan tambahan (pmt) terhadap peningkatan berat badan balita kurang sebagai upaya pencegahan stunting di desa tambusai kecamatan rumbio jaya kabupaten kampar
By Sri Ningsih and Wira Ekdeni Aifa.
Abstract
Berat badan kurang pada balita masih menjadi salah satu permasalahan gizi di Indonesia yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko stunting. Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang diberikan kepada balita dengan status gizi kurang. Evaluasi terhadap efektivitas program PMT diperlukan sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas intervensi gizi di tingkat masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT) terhadap peningkatan berat badan balita kurang sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Tambusai Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental One Group Time Series Design. Sampel penelitian berjumlah 30 balita penerima PMT yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test setelah dilakukan uji normalitas Shapiro-Wilk. Sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 16 balita (53,3%) dengan rata-rata usia 29,97±13,23 bulan. Rata-rata berat badan sebelum pemberian PMT adalah 10,66±2,27 kg dan meningkat menjadi 10,94±2,26 kg setelah pemberian PMT. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p<0,001 (p<0,05), yang menunjukkan terdapat peningkatan berat badan yang bermakna setelah pemberian PMT. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) terbukti efektif meningkatkan berat badan balita kurang sehingga dapat mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Tambusai Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar.




