Jurnal Kesehatan Tambusai
Hubungan pengetahuan ibu terkait gizi dengan sikap pemberian makan pada batita stunting
By Florensa Putri Wijaya, Lina Nurbaiti and Amelia Ramdani Hasby.
Abstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang mengganggu pertumbuhan linier anak dan dapat dipengaruhi oleh kualitas pemberian makan selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Pengetahuan gizi ibu atau pengasuh diperkirakan membentuk sikap dalam pemilihan dan pemberian makanan, tetapi hubungan keduanya pada keluarga dengan batita stunting belum konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu/pengasuh terkait gizi dengan sikap pemberian makan pada batita stunting usia 6–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Bagu, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 43 ibu/pengasuh yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Responden dipilih dengan total sampling dari populasi terjangkau. Data pengetahuan dan sikap dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan status stunting diperoleh dari Buku KIA dan data e-PPGBM. Analisis univariat digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden dan uji Chi-square digunakan untuk menilai hubungan antarvariabel pada tingkat kemaknaan 5%. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan gizi baik (60,5%) dan sikap pemberian makan baik (72,1%). Dari 43 batita, 27 anak (62,8%) termasuk stunted dan 16 anak (37,2%) severely stunted. Uji Chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan gizi dan sikap pemberian makan (p=0,813). Pengetahuan yang baik belum selalu diikuti sikap yang sejalan karena pemberian makan juga dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, akses pangan, dukungan keluarga, dan faktor sosial budaya. Intervensi di tingkat puskesmas perlu menggabungkan edukasi gizi dengan pendampingan praktik dan dukungan terhadap akses pangan bergizi.




