Jurnal Kesehatan Tambusai
Pengaruh penyuluhan pemeriksaan payudara sendiri (sadari) terhadap tingkat pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di sma negeri 1 pangkalpinang tahun 2026
By Naria Isalda Yuyun Wahyuni and Ria Anggraini.
Abstract
Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan pada perempuan yang membutuhkan upaya deteksi dini untuk mengurangi risiko keterlambatan diagnosis. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan salah satu metode sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri dan dapat diperkenalkan sejak usia remaja. Namun, rendahnya pengetahuan remaja putri mengenai SADARI menjadi salah satu faktor yang menunjukkan pentingnya pemberian penyuluhan kesehatan. Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kanker payudara, faktor risiko, tanda dan gejala, serta cara melakukan SADARI dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) terhadap tingkat pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Negeri 1 Pangkalpinang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental dan pendekatan one group pretest-posttest. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 84 remaja putri. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan SADARI. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan, sebanyak 39 responden (46,4%) memiliki tingkat pengetahuan kurang. Setelah diberikan penyuluhan, sebanyak 64 responden (76,2%) memiliki tingkat pengetahuan baik. Hasil uji Wilcoxon diperoleh p-value = 0,000 < 0,05, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara penyuluhan SADARI terhadap tingkat pengetahuan deteksi dini kanker payudara pada remaja putri. Kesimpulannya, penyuluhan SADARI berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri mengenai deteksi dini kanker payudara.




