Jurnal Kesehatan Tambusai
Gambaran perubahan hemodinamik setelah preloading kristaloid pada pasien sc dengan anestesi spinal
By Nur Anisa Andini, Alit Suwandewi, Mariani Mariani and 1 others.
Abstract
Perubahan hemodinamik merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi setelah anestesi spinal pada pasien sectio caesarea (SC), terutama berupa hipotensi akibat blokade saraf simpatis. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah kondisi tersebut adalah pemberian preloading cairan kristaloid sebelum tindakan anestesi spinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perubahan hemodinamik setelah pemberian preloading cairan kristaloid pada pasien SC dengan anestesi spinal di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan studi kasus pada 5 pasien SC yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu usia 20–35 tahun, status fisik ASA II, menjalani anestesi spinal, dan mendapatkan preloading cairan kristaloid. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan monitor noninvasif di ruang operasi. Parameter hemodinamik yang diamati meliputi tekanan darah, mean arterial pressure (MAP), dan denyut nadi pada menit ke-0, ke-5, ke-10, dan ke-15 setelah anestesi spinal. Analisis data dilakukan secara deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum anestesi spinal seluruh pasien tidak mengalami hipotensi dan memiliki MAP ≥65 mmHg. Setelah anestesi spinal, sebanyak 4 pasien (80%) mengalami penurunan tekanan darah ≥20% dari nilai baseline, 2 pasien (40%) mengalami MAP <65 mmHg, dan 1 pasien (20%) mengalami takikardia pada menit ke-15. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun preloading cairan kristaloid telah diberikan, perubahan hemodinamik masih dapat terjadi. Oleh karena itu, pemantauan hemodinamik secara ketat tetap diperlukan, terutama selama 15 menit pertama setelah anestesi spinal.










