Jurnal Kesehatan Tambusai
Evaluasi kesesuaian sistem penyimpanan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bmhp berdasarkan permenkes NO.72 tahun 2016 di rsud bangkinang
By Novia Sinata, Salila Fitriah Zulfa, Rani Mulyani and 8 others.
Abstract
Penyimpanan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di rumah sakit merupakan tahap krusial untuk menjaga stabilitas sediaan serta mencegah medication error. Masalah utama dalam pengelolaan logistik farmasi di RSUD Bangkinang terletak pada keterbatasan ruang dan frekuensi tinggi penggunaan obat yang memengaruhi penataan barang. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi kesesuaian sistem penyimpanan di RSUD Bangkinang berdasarkan Permenkes Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian deskriptif observasional ini dilaksanakan pada Juni–Juli 2026. Populasi penelitian mencakup seluruh unit penyimpanan di Instalasi Farmasi RSUD Bangkinang, dengan sampel meliputi Gudang Farmasi, Depo Rawat Inap, dan Depo Rawat Jalan yang dipilih melalui metode total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi serta pedoman wawancara, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyimpanan berdasarkan bentuk sediaan, sistem FIFO dan FEFO, obat LASA, High Alert Medication, Narkotika-Psikotropika, Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta Cold Chain Product (2–8 °C) sebagian besar telah sesuai standar. Namun, penataan alat kesehatan dan BMHP di gudang belum disusun alfabetis akibat keterbatasan ruang. Selain itu, sistem kelas terapi belum diterapkan di gudang farmasi maupun depo rawat inap, dan beberapa obat fast moving tidak diletakkan alfabetis demi efisiensi operasional. Simpulannya, penerapan penyimpanan di RSUD Bangkinang secara keseluruhan telah sesuai dengan Permenkes Nomor 72 Tahun 2016, meskipun masih memerlukan optimalisasi penataan ruang serta evaluasi berkala pada aspek alfabetis dan kelas terapi.




