Jurnal Kesehatan Tambusai
Pengaruh sampel darah non hemolisis dan hemolisis terhadap hasil pemeriksaan bilirubin total
By Sri Dewi Lasmaya, Dwi Setiyo Prihandono, Sulthon Abdul Aziz and 1 others.
Abstract
Bilirubin total merupakan parameter pemeriksaan kimia klinik yang penting untuk menilai fungsi hati dan mendeteksi gangguan metabolisme bilirubin. Keakuratan hasil pemeriksaan dapat dipengaruhi oleh kualitas sampel darah, salah satunya hemolisis yang menyebabkan pelepasan hemoglobin bebas ke dalam serum sehingga dapat mengganggu pembacaan spektrofotometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sampel darah non hemolisis dan hemolisis terhadap hasil pemeriksaan bilirubin total. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain true experimental dan rancangan nonequivalent control group design, dilaksanakan di Laboratorium Kimia Klinik Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur pada September–Desember 2025. Sampel penelitian sebanyak 15 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, menghasilkan 45 data pemeriksaan yang terdiri dari kelompok non hemolisis, hemolisis ringan, dan hemolisis sedang. Sampel hemolisis dibuat secara in vitro melalui aspirasi kuat berulang menggunakan spuit, kemudian kadar bilirubin total diperiksa menggunakan metode spektrofotometri diazo. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar bilirubin total pada sampel non hemolisis sebesar 0,5 mg/dL, hemolisis ringan sebesar 1,5 mg/dL, dan hemolisis sedang sebesar 2,1 mg/dL. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,001 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan hemolisis terhadap hasil pemeriksaan bilirubin total, dengan kadar yang meningkat seiring bertambahnya derajat hemolisis. Pengendalian kualitas sampel pada tahap pra-analitik diperlukan untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang akurat.





