Jurnal Kesehatan Tambusai
Faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di wilayah kerja puskesmas kenanga tahun 2026
By Jennifer Angely Dwytomi Putri and Riza Savita.
Abstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi perhatian di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas hidup anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kenanga Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kenanga. Sampel berjumlah 103 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting (p = 0,000; POR = 6,611; 95% CI = 2,322-18,821), terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian stunting (p = 0,027; POR = 0,250; 95% CI = 0,068-0,913), serta terdapat hubungan antara pola asuh dengan kejadian stunting (p = 0,021). Hal tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dan pola asuh merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan ibu, pendidikan ibu, dan pola asuh dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kenanga Tahun 2026. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi Puskesmas dalam meningkatkan edukasi kesehatan, pemenuhan gizi, dan penerapan pola asuh yang baik sebagai upaya pencegahan stunting.




