Jurnal Kesehatan Tambusai
Kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan kefarmasian di rsud lubai ulu
By Patri Novita, Ali Harokan and Lilis Suryani.
Abstract
Pelayanan kefarmasian merupakan bagian penting dari pelayanan rumah sakit yang berperan menjamin penggunaan obat yang aman, efektif, dan rasional, sehingga turut menentukan kepuasan pasien rawat inap. Survei pendahuluan di Instalasi Farmasi RSUD Lubai Ulu tahun 2023–2025 menunjukkan keluhan pasien terhadap pelayanan farmasi masih ditemukan, terutama terkait pemberian informasi obat dan ketersediaan obat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD Lubai Ulu tahun 2026 beserta faktor-faktor yang berhubungan dengannya. Desain penelitian adalah kuantitatif cross sectional dengan populasi seluruh pasien farmasi rawat inap RSUD Lubai Ulu sebanyak 60 orang. Sampel diambil dengan teknik total sampling sehingga diperoleh 60 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat (Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik ganda). Hasil penelitian menunjukkan 30 responden (50,0%) menyatakan puas dan 30 responden (50,0%) menyatakan tidak puas. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,018), pelayanan informasi obat (p=0,016), konseling obat (p=0,003), dan ketersediaan obat (p=0,000) dengan kepuasan pasien, sedangkan jenis kelamin, rekonsiliasi obat, dan monitoring efek samping obat tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat menunjukkan ketersediaan obat sebagai faktor paling dominan (OR=18,000; Nagelkerke R Square=0,742). Simpulan penelitian ini adalah ketersediaan obat merupakan faktor utama yang memengaruhi kepuasan pasien rawat inap terhadap pelayanan kefarmasian, sehingga rumah sakit perlu memperkuat manajemen logistik farmasi untuk meningkatkan mutu pelayanan.




