Jurnal Kesehatan Tambusai
Efektivitas latihan range of motion (rom) dalam penanganan hemiparese pada pasien stroke non-hemoragik di ruang flamboyan rsud dr. t.c. hillers maumere
By Berna Mbaru and Agustina Sisilia Wati Dua Wida.
Abstract
Stroke merupakan gangguan neurologis yang terjadi akibat terhambatnya aliran darah ke otak sehingga menyebabkan kerusakan jaringan otak dan dapat menimbulkan gangguan fungsi motorik berupa hemiparesis. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat diberikan untuk membantu mempertahankan fungsi gerak pada pasien stroke adalah latihan Range of Motion (ROM). Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui penerapan latihan ROM dalam penanganan hemiparesis pada pasien stroke non hemoragik di Ruang Flamboyan RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada satu pasien stroke non hemoragik dengan hemiparesis sinistra. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, studi dokumentasi, dan pengukuran kekuatan otot menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Latihan ROM diberikan selama dua hari dengan durasi 20 menit setiap sesi. Hasil penerapan menunjukkan bahwa kekuatan otot pasien secara kuantitatif masih berada pada skala 1, namun secara kualitatif terdapat perubahan awal berupa kemampuan pasien menggerakkan dan melenturkan jari-jari tangan serta munculnya refleks menggenggam secara terbatas. Berdasarkan hasil tersebut, latihan ROM selama dua hari belum menunjukkan peningkatan kekuatan otot secara kuantitatif, tetapi memberikan respons awal terhadap kemampuan gerak ekstremitas. Latihan ROM perlu dilakukan secara teratur, berulang, dan berkelanjutan dengan melibatkan keluarga untuk mendukung pemeliharaan rentang gerak, mencegah kekakuan, dan membantu pemulihan fungsi motorik pasien secara bertahap



