Jurnal Kesehatan Tambusai
Hubungan dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus di kabupaten barru
By Nursyelah Nursyelah, Haniarti Haniarti, Fitriani Umar and 1 others.
Abstract
Diabetes melitus merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting untuk diteliti karena jumlah kasusnya terus meningkat dan dapat menimbulkan dampak fisik, psikologis, serta sosial yang berpengaruh terhadap kualitas hidup penderitanya. Menurut data terbaru (2025) dari International Diabetes Federation (IDF) yang sering dikutip bersama World Health Organization (WHO), 1 dari 9 orang dewasa (usia 20-79 tahun) di seluruh dunia menderita diabetes, yaitu sekitar 537 juta orang, dan lebih dari 40% dari mereka tidak mengetahui bahwa mereka mengidap penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus di Puskesmas Mangkoso, Kabupaten Barru.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Mangkoso sebanyak 393 orang, dengan sampel sebanyak 96 orang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan Fisher Exact Test dan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup baik (61,5%), dukungan sosial tinggi (62,5%), dan berada pada kategori risiko tinggi kesejahteraan psikologis (52,1%). terdapat hubungan antara dukungan sosial (p = 0,001) kesejahteraan psikologis (p = 0,002) dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus .Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi, konseling psikologis, dukungan keluarga, serta pemantauan kesehatan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus dan Kelurga diharapkan mendukung penderita diabetes melitus untuk mengontrol gula darah dan menjaga kualitas hidupnya dengan melakukan pemantaun pengobatan ,mendampingi pada saat melakukan pengobatan , dukungan pola makan yang sehat dan menerapkan gaya hidup aktif.




