Jurnal Kesehatan Tambusai
Asuhan akupunktur pada pasien neuropati diabetik : Studi kasus
By Dila Dila Binti Zulaikah, Mayang Wulandari and Lenny Candra Kurniawan.
Abstract
Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolik jangka panjang dengan ciri utama kadar gula darah tinggi. Salah satu komplikasi yang kerap muncul yaitu neuropati diabetik yang menyebabkan keluhan kebas dan rasa panas pada ekstremitas bawah. Terapi konvensional seringkali disertai efek samping dan keterbatasan. Akupunktur menjadi alternatif terapi komplementer yang efektif dengan efek samping minimal. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji efektivitas terapi akupunktur pada pasien neuropati diabetik. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diterapkan. Subjek penelitian adalah seorang pria berusia 55 tahun yang didiagnosis neuropati diabetik di Laboratorium Akupunktur RS dr. Soepraoen Malang. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan akupunktur meliputi inspeksi (Wang), auskultasi dan olfaksi (Wen), wawancara (Wun), serta palpasi (Qie) menggunakan Lembar Data Klien, kemudian dianalisis untuk menegakkan diagnosis penyakit dan sindrom menurut perspektif kedokteran Timur. Intervensi diberikan sebanyak enam sesi dengan frekuensi dua kali seminggu selama tiga minggu. Analisis data menggunakan komparasi silang antar sesi terapi. Setelah 6 kali terapi terjadi perbaikan signifikan pada partisipan. Keluhan utama kebas dan rasa panas di telapak kaki hilang. Perbaikan juga terjadi pada keluhan tambahan seperti peningkatan nafsu makan, perbaikan kualitas tidur, penurunan sesak napas, dan peningkatan energi. Pemeriksaan lidah menunjukkan perubahan dari pucat menjadi merah ranum, denyut nadi membaik dari tenggelam lemah menjadi normal, dan warna wajah menjadi lebih segar. Prognosis dinyatakan baik (Bonam). Hasil studi kasus ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi terapis akupunktur dalam menyusun tata laksana akupunktur bagi pasien neuropati diabetic. Terapi konvensional seringkali disertai efek samping dan keterbatasan






