Bunda Edu-Midwifery Journal
Pengaruh Posisi Miring Kiri 45° terhadap Tekanan Darah dan Nadi Pasca Spinal Anestesi Pasien Sectio Caesarea
By Adelia Hazira, Ratih Kusuma Dewi and Cahaya Nugraheni.
Abstract
Spinal anestesi merupakan teknik anestesi yang paling sering digunakan pada tindakan sectio caesarea. Salah satu komplikasi yang sering terjadi setelah pemberian spinal anestesi adalah perubahan hemodinamik berupa penurunan tekanan darah dan perubahan frekuensi nadi akibat blokade saraf simpatis. Posisi miring kiri 45° merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat membantu meningkatkan aliran balik vena ke jantung sehingga berpotensi mempertahankan kestabilan tekanan darah dan nadi pasien pascaspinal anestesi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh posisi miring kiri 45° terhadap tekanan darah dan nadi pascaspinal anestesi pada pasien sectio caesarea. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi tekanan darah dan nadi sebelum dan sesudah pemberian posisi miring kiri 45°. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan Sebagian besar responden berusia 26–35 tahun dan memiliki status fisik ASA I. Setelah diberikan posisi miring kiri 45°, terjadi perubahan tekanan darah dan nadi ke arah yang lebih stabil dibandingkan sebelum intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,000. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh posisi miring kiri 45° terhadap tekanan darah dan nadi pascaspinal anestesi pada pasien sectio caesarea. Peneliti selanjutnya disarankan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar dan menambahkan kelompok kontrol agar diperoleh hasil penelitian yang lebih akurat.









