Jurnal Akta Trimedika
Indeks massa tubuh dengan intensitas nyeri pada pasien nyeri punggung bawah: Penelitian potong lintang
By Eridia Adristi Nasywa Putri and Eveline Margo.
Abstract
Nyeri punggung bawah merupakan penyebab utama disabilitas global dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Indeks massa tubuh (IMT) telah diidentifikasi sebagai faktor risiko, namun hubungannya dengan intensitas nyeri pada populasi pasien Indonesia masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian potong lintang ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dengan intensitas nyeri punggung bawah. Penelitian dilakukan di Poliklinik RS PON terhadap 52 pasien yang dipilih secara consecutive non-random sampling. Data primer intensitas nyeri diukur dengan Visual Analog Scale (VAS) dan dikategorikan menjadi ringan, sedang, dan berat. Data sekunder usia, jenis kelamin, berat, dan tinggi badan diambil dari rekam medis untuk menghitung IMT dan dikategorikan berdasarkan kriteria WHO Asia-Pasifik. Analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact. Sebagian besar responden berusia >55 tahun (53,8%), perempuan (84,6%), dan memiliki IMT overweight (40,4%). Intensitas nyeri terbanyak adalah sedang (57,7%). Hasil analisis menunjukkan hubungan yang signifikan antara IMT dengan intensitas nyeri (p=0,033). Tidak ditemukan hubungan signifikan antara usia (p=0,716) dan jenis kelamin (p=0,615) dengan intensitas nyeri. Disimpulkan bahwa indeks massa tubuh memiliki hubungan signifikan dengan intensitas nyeri punggung bawah.






