JURNAL PENDIDIKAN KESEHATAN
Studi Cross-Sectional: Hubungan Usia Ibu Dan Paritas Dengan Perdarahan Postpartum Di RSUD Umbu Rara Meha
Por Maria Karolina Lawa, Asep Arifin Senjaya y Ni Komang Yuni Rahyani.
Contenido en inglés
Resumen
Kesehatan maternal merupakan salah satu indikator utama dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Tingginya angka kematian ibu masih menjadi masalah kesehatan global maupun nasional, terutama akibat perdarahan postpartum. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2024 tercatat 125 kasus kematian ibu dengan 22,4% di antaranya disebabkan oleh perdarahan. Di Kabupaten Sumba Timur, jumlah kematian ibu meningkat dari empat kasus pada tahun 2023 menjadi enam kasus pada tahun 2024 dan 11 kasus pada tahun 2025. Di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu tahun 2025 tercatat 31 kasus perdarahan postpartum dari 1.023 persalinan dan satu kasus kematian ibu akibat perdarahan postpartum. Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu sehingga faktor risiko seperti usia ibu dan paritas perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu dan paritas dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 46 ibu bersalin yang dipilih menggunakan teknik systematic random sampling. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 27 responden (58,7%) berusia <20 tahun atau >35 tahun dan 20 responden (43,5%) merupakan multipara. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dengan kejadian perdarahan postpartum (p-value = 0,001) dan antara paritas dengan kejadian perdarahan postpartum (p < 0,001). Deteksi dini dan pemantauan intensif pada ibu dengan usia dan paritas berisiko diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi.



