Microbiotech
Hemoglobin Level Testing as an Indicator of Anemia in Patients at the Tarok Community Health Center Laboratory, Payakumbuh City: Hemoglobin Level Testing as an Indicator of Anemia in Patients at the Tarok Community Health Center Laboratory, Payakumbuh City
By Husnul Khotimah, Sandi Fransisco Pratama, Widya Fiandari and 1 others.
Abstract
Abstract: Anemia is a condition that occurs when the hemoglobin level in the blood is below normal, thus disrupting the process of oxygen transport throughout the body. Hemoglobin level examination is important as an indicator to detect anemia. This study aims to determine the hemoglobin level test as an indicator of anemia in patients at the Tarok Community Health Center Laboratory, Payakumbuh City. This study used a quantitative descriptive method with a total sampling technique. Hemoglobin examination was performed using a hematology analyzer and data were analyzed in the form of frequency distribution and percentage. The results showed that of 110 patients, 47 patients (42.7%) had anemia, 60 patients (54.6%) had normal Hb levels, and 3 patients (2.7%) had high Hb levels. Patients who experienced anemia based on gender were 46 female patients and 1 male patient. Based on age, the highest group was adults 18–45 years old with 41 patients. Most patients experienced mild anemia as many as 39 patients (83.0%) and moderate anemia as many as 8 patients (17.0%), while severe anemia was not found. Prevalence of anemia is still quite high, especially in women and adults, with the majority having mild anemia. Key words: Anemia, Hemoglobin, Hematology Analyzer, Community Health Center Abstrak: Anemia kondisi yang terjadi ketika kadar hemoglobin dalam darah berada di bawah nilai normal sehingga mengganggu proses pengangkutan oksigen ke seluruh tubuh. Pemeriksaan kadar hemoglobin penting dilakukan sebagai indikator untuk mendeteksi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengujian kadar hemoglobin sebagai indikator anemia pada pasien di Laboratorium Puskesmas Tarok, Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling. Pemeriksaan hemoglobin dilakukan menggunakan hematology analyzer dan data dianalisis dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 110 pasien, sebanyak 47 pasien (42,7%) mengalami anemia, 60 pasien (54,6%) memiliki kadar Hb normal, dan 3 pasien (2,7%) memiliki kadar Hb tinggi. Pasien yang mengalami anemia berdasarkan jenis kelamin terdapat 46 pasien pada perempuan dan 1 pasien pada laki-laki. Berdasarkan usia, kelompok tertinggi pada dewasa 18–45 tahun sebanyak 41 pasien. Sebagian besar pasien mengalami anemia ringan sebanyak 39 pasien (83,0%) dan anemia sedang sebanyak 8 pasien (17,0%), sedangkan anemia berat tidak ditemukan. Pengujian anemia masih cukup tinggi terutama pada perempuan dan usia dewasa, dengan sebagian besar termasuk anemia ringan. Kata kunci Anemia, Hemoglobin, Hematology Analyzer, Puskesmas




