Global Research and Innovation Journal
Efektifitas bercerita dengan wayang terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah menjelang tindakan invasif pemasangan infus di rsu andhika 2025
By Mifthahul Shinta Aulia and Hari Ghanesia Istiani.
Abstract
Anak usia prasekolah rentan mengalami kecemasan saat menjalani prosedur medis invasif seperti pemasangan infus, karena keterbatasan kemampuan mengelola emosi dan persepsi terhadap nyeri. Kecemasan yang tidak ditangani dapat menghambat pelaksanaan tindakan keperawatan serta menimbulkan pengalaman traumatis pada anak. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah terapi bermain berupa bercerita menggunakan media wayang sebagai distraksi visual dan auditori yang menyenangkan serta bernilai kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi bercerita dengan media wayang terhadap tingkat kecemasan anak usia prasekolah sebelum pemasangan infus di IGD RSU Andhika. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 30 anak prasekolah yang menjalani pemasangan infus pertama kali dan dipilih dengan teknik total sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen Visual Facial Anxiety Scale (vFAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Marginal Homogeneity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar anak berada pada kategori cemas berat (36,7%) dan cemas sedang (33,3%), sedangkan setelah intervensi sebagian besar anak berada pada kategori cemas ringan (40,0%) dan tidak cemas (26,7%). Hasil uji Marginal Homogeneity diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Kesimpulan penelitian ini adalah terapi bercerita menggunakan media wayang berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan anak usia prasekolah. Disarankan intervensi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari perawatan atraumatik dalam praktik keperawatan anak.





