Jurnal Kesehatan Lentera Aisyiyah
Hubungan pola makan dan stres dengan gejala gastritis pada remaja di sman 1 banuhampu
By Asri Safitri, Wisnatul Izzati and Silvia Intan Suri.
Abstract
Gastritis merupakan peradangan pada lambung yang disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya polamakan tidak teratur dan stres. Remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami gastritis karenasering menunda waktu makan akibat kesibukan sekolah, mengonsumsi makanan instan, sertamenghadapi tekanan akademik dan masalah pribadi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan polamakan dan stres dengan kejadian gastritis pada remaja di SMAN 1 Banuhampu. Penelitianmenggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitianberjumlah 811 siswa SMAN 1 Banuhampu. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratifiedproportional random sampling dengan jumlah sampel 270 siswa. Pengumpulan data dilakukan pada 13Februari 2026 menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan ujiSpearman Rank. Hasil analisis univariat menunjukkan 55,6% responden memiliki pola makan tidakbaik, 33,3% mengalami stres berat, dan 72,2% mengalami gastritis. Analisis bivariat menunjukkanterdapat hubungan bermakna antara pola makan dengan kejadian gastritis (p = 0,000) dan stres dengankejadian gastritis (p = 0,000). Disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara pola makan dan stresdengan kejadian gastritis pada remaja di SMAN 1 Banuhampu. Sekolah diharapkan memberikanedukasi gizi seimbang, pencegahan gastritis, serta program pengelolaan stres bagi siswa.




