Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
Asuhan Keperawatan Jiwa pada Pasien Halusinasi Pendengaran dengan Penerapan Terapi Expressive Writing Dirumah Sakit Jiwa
By Nurul Syahfika, Yeni Devita, Rina Herniyanti and 1 others.
Abstract
Halusinasi merupakan salah satu gejala utama pada pasien dengan gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, yang ditandai dengan persepsi sensori tanpa adanya rangsangan nyata. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan pada pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran adalah terapi Expressive Writing. Terapi Expressive Writing merupakan terapi psikologis berbasis penulisan emosional yang dapat membantu regulasi emosi, pemrosesan kognitif, dan integrasi pengalaman stress atau traumatis. Tujuan penerapan ini yaitu untuk menjelaskan Evidance Based Practice sebagai terapi pada pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dengan menggunakan terapi Expressive Writing. Metode pelaksanaan yang dilakukan yaitu dengan teknik studi kasus pada pasien gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Jumlah responden yang dibutuhkan yaitu sebanyak 2 orang dengan diagnosa keperawatan halusinasi pendengaran. Terapi ini dilakukan selama 5 hari dengan sesi 1 (Recognition/Intial Write) sesi 2 (Examinition/Writing Exercise) sesi 3 (Juxtaposisition/Feedback) dan sesi 4 (Aplication To The Self) dimulai dari tanggal 03 – 07 Februari 2026 dengan durasi waktu 30 menit. Di nilai menggunakan kuesioner Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS). dengan proses pengujian pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan nilai pre-test Nn. A 28 (halusinasi berat) dan post-test 21 (halusinasi sedang), untuk pasien Ny. W pre-test 23(halusinasi berat) menjadi post-test 17 (halusinasi sedang) dalam melakukan terapi Expressive Writing. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terapi Expressive Writing efektif menurunkan gangguan persepsi: halusinasi pendengaran dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan jiwa, serta perlu dikembangkan lebih lanjut dengan jumlah responden yang lebih banyak dan durasi intervensi yang lebih lama.



