Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
Asuhan Keperawatan Jiwa Pada Tn. R Dengan Gangguan Persepsi Sensori; Halusinasi Pendengaran dalam Penerapan (SP 2) Minum Obat di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Tahun 2026
By Farhan Fathur Rahma Bastha and Engla Rati Pratama.
Abstract
Latar Belakang: Gangguan persepsi sensori berupa halusinasi pendengaran merupakan masalah keperawatan jiwa yang sering ditemukan dan dapat berdampak buruk bagi fungsi kehidupan sehari-hari penderitanya. Salah satu penyebab tingginya frekuensi dan keparahan gejala halusinasi adalah ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Tujuan: untuk menerapkan asuhan keperawatan jiwa dengan fokus penerapan Strategi Pelaksanaan (SP) 2 yaitu kepatuhan minum obat secara teratur guna mengurangi gejala halusinasi pendengaran pada Tn. R di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Tahun 2026. Metode: Penulisan ini merupakan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi tahap pengkajian, penentuan diagnosa keperawatan, penyusunan rencana asuhan, pelaksanaan tindakan keperawatan, dan evaluasi. Intervensi utama yang diterapkan adalah pemberian edukasi serta pelatihan kepatuhan minum obat dengan prinsip enam benar (benar pasien, obat, dosis, waktu, cara pemberian, dan dokumentasi) yang dilakukan secara berkelanjutan selama 3 hari pertemuan. Hasil: Setelah diberikan asuhan keperawatan khususnya penerapan SP 2 minum obat secara teratur, diperoleh hasil adanya penurunan gejala halusinasi pendengaran yang signifikan. Pasien mampu memahami manfaat, dosis, jadwal, serta cara minum obat dengan benar. Frekuensi munculnya suara bisikan menurun dari 1–2 kali sehari menjadi jarang muncul, durasi halusinasi juga memendek, serta pasien menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengontrol respons terhadap halusinasi dan menjadi lebih tenang serta kooperatif. Kesimpulan: Penerapan kepatuhan minum obat secara teratur terbukti efektif membantu mengurangi gejala halusinasi pendengaran pada pasien Tn. R. Oleh karena itu, perlu adanya peran tenaga kesehatan serta dukungan keluarga yang berkelanjutan dalam mengingatkan dan memantau kepatuhan pasien mengonsumsi obat agar tercapai pemulihan yang optimal dan mencegah terjadinya kekambuhan





