Jurnal Kesehatan Tambusai
Paritas dan tingkat breastfeeding self efficacy : Studi cross-sectional pada ibu menyusui di bandar lampung
By Monica Dara Delia Suja, Lely Sulistianingrum, Indah Budiarti and 1 others.
Abstract
Keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh keyakinan psikologis ibu yang dikenal sebagai breastfeeding self-efficacy (BSE). Rendahnya tingkat BSE menjadi masalah utama yang sering memicu kegagalan menyusui dini, khususnya pada ibu yang minim pengalaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara paritas dan tingkat breastfeeding self-efficacy pada ibu menyusui. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Populasi studi adalah ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Panjang dan Kemiling dengan sampel berjumlah 150 responden yang diambil melalui teknik consecutive sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah paritas, sedangkan variabel dependennya adalah tingkat BSE. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner data demografi dan lembar kuesioner terstandardisasi Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF). Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik yaitu Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden berstatus multipara (69,3%) dan mayoritas memiliki tingkat BSE kategori tinggi (57,3%). Berdasarkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square, ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara paritas dengan tingkat breastfeeding self-efficacy pada ibu menyusui dengan nilai p = 0,008 (p < 0,001). Ibu dengan paritas multipara menunjukkan tingkat kepercayaan diri yang lebih matang dalam menyusui bayinya. Ibu multipara memiliki efikasi diri menyusui yang lebih tinggi dibandingkan ibu primipara karena faktor pengalaman empiris sebelumnya, sehingga intervensi edukasi laktasi perlu lebih difokuskan pada kelompok ibu primipara demi mengoptimalkan capaian ASI eksklusif.





