Jurnal Kesehatan Tambusai
Faktor – faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kejadian kekurangan energi kronik (kek) pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas gantung tahun 2025
By Nadya Nuraini Putri and Dyah Retnoningrum.
Abstract
Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan salah satu masalah gizi masih menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin. Berdasarkan data Puskesmas Gantung, kejadian KEK pada ibu hamil masih ditemukan sehingga perlu diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya KEK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi sebelum hamil, umur, paritas, dan anemia dengan kejadian KEK pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Gantung Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain case control. Sampel penelitian berjumlah 108 responden yang terdiri 54 kelompok kasus dan 54 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel kelompok kasus menggunakan total sampling, sedangkan kelompok kontrol menggunakan simple random sampling dengan perbandingan 1:1. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square serta dihitung nilai Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi sebelum hamil dengan kejadian KEK pada ibu hamil (p = 0,000; OR = 90,100), umur dengan kejadian KEK (p = 0,037; OR = 2,688), paritas dengan kejadian KEK (p = 0,010; OR = 7,429), dan anemia dengan kejadian KEK (p = 0,000; OR = 7,271). Status gizi sebelum hamil, umur berisiko, paritas berisiko, dan anemia merupakan faktor yang berhubungan dengan meningkatnya kejadian KEK pada ibu hamil. Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan skrining faktor risiko sejak masa prakonsepsi serta memperkuat edukasi gizi dan pencegahan anemia selama kehamilan untuk menurunkan kejadian KEK.






