Jurnal Kesehatan Tambusai
Hubungan pola makan dengan kejadian acne vulgris pada siswa kelas xi sma negeri unggul subulussalam
By Aljabar Batutah, Surya Nola and Elfa Wirdani Fitri.
Abstract
Acne vulgaris merupakan salah satu penyakit kulit inflamasi yang sering terjadi pada remaja dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola makan. Pola makan tertentu diduga dapat berperan terhadap terjadinya acne vulgaris, meskipun hubungan antara pola makan dan kejadian acne vulgaris masih menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian acne vulgaris pada siswa kelas XI SMA Negeri Unggul Subulussalam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 53 responden yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Data pola makan dikumpulkan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan kejadian acne vulgaris diperoleh berdasarkan pemeriksaan dan pengumpulan data penelitian. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 24 responden (45,3%) memiliki pola makan baik dan 29 responden (54,7%) memiliki pola makan tidak baik. Sebanyak 35 responden (66,0%) mengalami acne vulgaris, sedangkan 18 responden (34,0%) tidak mengalami acne vulgaris. Pada responden dengan pola makan baik, sebanyak 17 orang (70,8%) mengalami acne vulgaris, sedangkan pada responden dengan pola makan tidak baik sebanyak 18 orang (62,1%) mengalami acne vulgaris. Hasil uji Chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,502 (p>0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pola makan dengan kejadian acne vulgaris pada siswa kelas XI SMA Negeri Unggul Subulussalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian acne vulgaris tidak hanya berkaitan dengan pola makan, tetapi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya.



