Jurnal Kesehatan Tambusai
Perbedaan frekuensi emesis gravidarum trimester i antara yang diberikan minyak esensial peppermint dengan yang tidak diberikan di puskesmas toboali tahun 2026
By Audi Bonita Anggriani and Ayudita Ayudita.
Abstract
Emesis gravidarum merupakan keluhan yang sering dialami ibu hamil pada trimester I berupa mual dan muntah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan nafsu makan, serta menyebabkan tubuh terasa lemas. Penanganan emesis gravidarum umumnya menggunakan terapi farmakologis, tetapi penggunaan obat pada kehamilan perlu dilakukan secara selektif. Salah satu alternatif terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah minyak esensial peppermint. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan frekuensi emesis gravidarum trimester I antara ibu hamil yang diberikan minyak esensial peppermint dengan yang tidak diberikan di Puskesmas Toboali Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 30 responden yang terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dengan teknik purposive sampling. Pengukuran frekuensi emesis gravidarum menggunakan kuesioner Pregnancy Unique Quantification of Emesis (PUQE-24). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Kelompok intervensi mengalami penurunan rata-rata skor PUQE dari 9,83±1,177 sebelum pemberian minyak esensial peppermint menjadi 7,53±1,525 sesudah intervensi, dengan penurunan sebesar 2,30. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value=0,000 (p<0,05). Uji Mann-Whitney juga menunjukkan p-value=0,000 (p<0,05), sehingga terdapat perbedaan frekuensi emesis gravidarum antara kelompok intervensi dan kontrol. Terdapat perbedaan frekuensi emesis gravidarum trimester I antara ibu hamil yang diberikan minyak esensial peppermint dan yang tidak diberikan di Puskesmas Toboali Tahun 2026. Minyak esensial peppermint dapat menjadi salah satu alternatif terapi nonfarmakologis dalam membantu menurunkan frekuensi emesis gravidarum.





