Jurnal Kesehatan Tambusai
Hubungan pola asuh orang tua denganperkembangan motorik kasar pada anak usia 36-60 bulan di posyandu anggrek wilayah kerja puskesmas lubuk besar kabupaten bangka tengah
By Dea Amanda Budi Lestari and Nur Ain Desta Sulasdi.
Abstract
Perkembangan motorik kasar merupakan salah satu indikator penting dalam tumbuh kembang anak usia balita yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola asuh orang tua. Pola asuh yang tepat memberikan stimulasi optimal sehingga anak mampu mencapai tahapan perkembangan sesuai usianya. Sebaliknya, pola asuh yang kurang sesuai berisiko menyebabkan keterlambatan perkembangan motorik kasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 36–60 bulan di Posyandu Anggrek Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 68 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Parenting Styles and Dimensions Questionnaire (PSDQ) untuk mengukur pola asuh orang tua dan Denver Developmental Screening Test II (DDST II) untuk menilai perkembangan motorik kasar anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis sebanyak 30 responden (44,1%), sedangkan sebagian besar anak memiliki perkembangan motorik kasar kategori normal sebanyak 51 anak (75,0%). Hasil uji Fisher's Exact Test menunjukkan nilai p = 0,006, yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 36–60 bulan. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan motorik kasar anak usia 36–60 bulan.





