Jurnal Kesehatan Tambusai
Hubungan kurang energi kronis dan tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia ibu hamil
By Nining Suherni and Widia Shofa Ilmiah.
Abstract
Masalah anemia pada ibu hamil menjadi penyebab sekitar 20% kasus kematian ibu secara nasional. Data resmi Dinas Kesehatan Kalimantan Timur mencatat angka kejadian mencapai 31,2%. Wilayah Kabupaten Berau yang berupa kepulauan membuat akses masyarakat terhadap pangan sumber hewani relatif terbatas. Kondisi ini diduga menjadikan masalah kurang energi kronis dan rendahnya pemahaman gizi sebagai pemicu utama tingginya angka anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kedua faktor tersebut dengan risiko anemia. Jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan potong lintang ini dilaksanakan di Klinik Yudha Wahana Abadi pada Maret–Mei 2026. Sebanyak 50 ibu hamil trimester II–III dijadikan sampel lewat teknik total sampling. Status gizi ditetapkan lewat ukur lengan atas <23,5 cm. Kadar hemoglobin diperiksa alat digital, anemia jika <11 g/dL menurut standar WHO. Tingkat pengetahuan dinilai pakai kuesioner 20 butir, dikelompokkan menjadi baik, cukup, dan kurang; uji statistik memakai Chi-Square taraf 5%. Hasil: 15 responden (30,0%) mengalami anemia; persentase ini naik jadi 76,9% pada ibu yang mengalami masalah gizi. Ditemukan hubungan kuat antara kurang energi kronis dengan anemia (p=0,000; OR=20,67; IK 95%=4,28–99,73), serta pengaruh nyata pengetahuan (p=0,048; OR=19,00; IK 95%=2,10–171,95). Disimpulkan kedua faktor erat kaitannya dengan kejadian anemia. Program pemberian makanan tambahan perlu diteruskan, skrining lengan atas diwajibkan saat periksa hamil, dan edukasi disusun dalam bahasa lokal agar lebih mudah dipahami.



