Jurnal Kesehatan Tambusai
Efektivitas penggunaan minyak zaitun untuk mengatasi pruritus pada pasien hemodialisis
By Aprillia Fatimah Ardianty, Syahruramdhani Syahruramdhani and Tariyah Tariyah.
Abstract
Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis (HD) sering mengalami pruritus uremik, yang dapat mengganggu kenyamanan, kualitas tidur, dan kualitas hidup. Minyak zaitun adalah emolien alami yang berpotensi membantu mempertahankan kelembapan dan fungsi sawar kulit sehingga dapat digunakan sebagai salah satu terapi nonfarmakologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektifitas pemberian minyak zaitun dalam mengurangi intensitas pruritus pada pasien yang menjalani HD. Skala Gatal 5-D digunakan untuk mengukur pruritus sebelum dan sesudah intervensi, dan uji-t berpasangan digunakan untuk analisis data. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan sampel sebanyak 4 peserta yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi melibatkan pengolesan 2-3 ml minyak zaitun pada area yang gatal tiga kali sehari selama tiga hari. Skala Gatal 5-D digunakan untuk mengukur pruritus baik sebelum maupun sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas pruritus setelah pemberian minyak zaitu, dengan penurunan rata-rata pada penilaian pruritus sebesar 2,7 dan nilai p sebesar 0,035 (p<0,05). Secara klinis, responden melaporkan adanya perbaikan kondisi kulit, peningkatan kualitas tidur, serta penurunan intensitas rasa gatal. Berdasarkan hasil tersebut, pemberian minyak zaitun terbukti efektif sebagai terapi nonfarmakologis dalam membantu menurunkan pruritus pada pasien yang menjalani HD. Intervensi ini juga dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan untuk meningkatkan kenyamanan pasien.



