Jurnal Kesehatan Tambusai
Pengaruh terapi rendam kaki dengan air jahe merah hangat dalam pengendalian tekanan darah pasien hipertensi di rt/rw 017/002 wilayah kerja puskesmas waipare
By Katharina Lou Boro and Wihelmus Nong Baba.
Abstract
Hipertensi yang tidak terkontrol bisa mengakibatkan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, aneurisma, masalah pada mata, ginjal dan sindrom metabolik hingga kematian. Penyebab tekanan darah tinggi terhadap penderita hipertensi adalah tidak rutin untuk melakukan pengobatan karna hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khas, selain itu kurangnya aktifitas fisik yang dilakukan oleh penderita hipertensi seperti berolahraga merupakan salah satu penyebab tidak terkendalinya nilai tekanan darah. Desain penelitian yang digunakan dalam studi kasus ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, yang menggunakan pendekatan proses keperawatan dan memfokuskan pada salah satu masalah penting dalam kasus yang dipilih. Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu non-probability sampling yaitu purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu atau seleksi khusus sehingga klien yang diambil untuk dijadikan sebagai kasus kelolaan adalah klien dengan hipertensi yang mempunyai masalah tekanan darah. Data dalam studi kasus ini dikumpulkan melalui beberapa tahap seperti wawancara, observasi langsung, pemeriksaan fisik dan studi dokumen. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu format pengkajian asuhan keperawatan komunitas dan keluarga yang telah sesuai dengan acuan literature. Hasil dari penelitian ini setelah dilakukan terapi rendam kaki dengan air jahe merah hangat selama 3 hari menunjukkan penurunan tekanan darah pada pasien pertama dari 170/100 mmHg menjadi 150/80 mmHg dan pasien kedua dari 190/110 mmHg menjadi 150/80 mmHg. Dapat disimpulkan bahwa terapi rendam kaki dengan air jahe merah hangat memiliki pengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada kedua pasien hipertensi.






