Jurnal Kesehatan Tambusai
Terapi komplementer terhadap gejala depresi pada penderita major depressive disorder : A literature review
By Najwa Nidaul Fitroh and Ratih Paramita Suprapto.
Abstract
Depresi merupakan gangguan mental yang memengaruhi suasana hati dan dapat berdampak luas hingga memengaruhi berbagai aspek kehidupan individu, termasuk hubungan sosial, kualitas hidup, dan produktivitas. Dalam beberapa dekade terakhir, prevalensi depresi meningkat secara global, dan di Indonesia lebih dari 12 juta orang dilaporkan menderita depresi. Pengobatan tradisional untuk depresi melibatkan psikoterapi dan obat antidepresan, namun terapi ini sering kali disertai efek samping dan risiko kekambuhan, sehingga mendorong pencarian alternatif pengobatan yang lebih aman dan efektif. Literatur ini bertujuan untuk mengulas berbagai terapi komplementer yang telah terbukti dapat mengurangi gejala depresi pada penderita Major Depressive Disorder (MDD), termasuk terapi musik, terapi berbasis gerakan, aromaterapi, terapi menulis, terapi seni rupa, akupunktur, dan virtual reality. Metode yang digunakan adalah literature review naratif dengan melakukan sintesis deskriptif terhadap temuan penelitian yang relevan mengenai efektivitas dan mekanisme terapi komplementer. Setiap terapi dijelaskan dengan mekanisme fisiologis yang mendasari efektivitasnya dalam mengurangi gejala depresi dan bukti hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa terapi komplementer dapat menjadi pengobatan tambahan yang efektif bersama dengan terapi standar dalam penanganan depresi. Terapi musik, terapi berbasis gerakan, aromaterapi, terapi menulis, terapi seni rupa, akupunktur, dan virtual reality menunjukkan hasil positif dengan mekanisme yang melibatkan regulasi neurotransmiter, respons stres, ekspresi emosional, interaksi sosial, serta modulasi aktivitas otak.



