Jurnal Kesehatan Tambusai
Integrasi prinsip maqāṣid al-sharī‘ah dalam menavigasi dilema etis therapeutic futility pada praktik keperawatan keluarga
By Risha Meidian Shabirah, Zahraisyya Wardiani, Sekar Gumilang and 4 others.
Abstract
Pesatnya perkembangan teknologi medis memicu dilema etis kompleks bagi perawat terkait praktik euthanasia pada kondisi therapeutic futility (kesia-siaan medis). Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah timbulnya ambiguitas etis bagi tenaga kesehatan dalam menyeimbangkan antara kewajiban profesi medis, prinsip-prinsip moral, dan nilai-nilai ketauhidan saat berhadapan dengan keputusan akhir hayat pasien. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membedah dilema etis tersebut melalui integrasi prinsip Maqasid al-Shari’ah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis tekstual dan filosofis. Penentuan subjek dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan tiga informan kunci, yakni perawat kritis dan tokoh agama yang berpengalaman dalam diskursus etika medis. Hasil penelitian menunjukkan adanya penolakan mutlak terhadap euthanasia aktif karena dinilai melanggar sakralitas nyawa sebagai amanah Tuhan serta bertentangan dengan prinsip dasar non-maleficence. Sebaliknya, penelitian ini menemukan adanya legitimasi etis pada praktik euthanasia pasif dalam kondisi kesia-siaan medis atau mati batang otak. Penghentian alat bantu pemelihara kehidupan dalam skenario tersebut dipandang bukan sebagai tindakan pembunuhan





