Jurnal Kesehatan Tambusai
Faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada anak usia remaja di smk negeri 2 pangkalpinang tahun 2025
By Miranda Miranda and Rezka Nurvinanda.
Abstract
Kejadian hipertensi pada remaja merupakan hasil interaksi antara faktor perilaku dan genetik. Pola makan tinggi natrium memicu retensi cairan. Peningkatan IMT yang menambah beban kerja jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Di sisi lain, riwayat keluarga menjadi faktor risiko genetik yang memperbesar kerentanan remaja terhadap kenaikan tekanan darah. Gabungan faktor gaya hidup dan keturunan ini menjadi penentu utama status kesehatan kardiovaskular pada usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di SMK N2 Pangkalpinag Tahun 2025. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa/siswi kelas x dengan sampel 94 responden yang terkena hipertensi dan tidak terkena hipertensi di wilayah SMK N2 Pangkalpinang Tahun 2025. Metode pengumpulan data menggunakan angket, alat tensi, timbang, alat ukur tinggi badan dan kuesioner. Hasil penelitian ini di dapatkan bahwa ada hubungan antara pola makan pada remaja dengan hipertensi di SMK N2 Pangkalpinang dengan nilai p = 0,001 < (0,005), IMT dengan nilai p = 0,011 dan Riwayat keluarga dengan nilai p = 0,013, sehingga disimpulkan H0 ditolak dan hasil penelitian ini juga didapatkan bahwa ada hubungan antara pola makan, IMT, dan Riwaya keluarga pada remaja dengan hipertensi di SMK N2 Pangkalpinang dengan nilai p = 0,005 < (0,005) sehingga dapat di simpulkan H0 di tolak. Saran dari penelitian ini adalah dijadikan sebagai pembelajaran bagi mahasiswa khususnya mahasiswa tingkat akhir untuk bisa mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Anak Usia Remaja Di Smk Negeri 2 Pangkalpinang Tahun 2025.







