Jurnal Kesehatan Tambusai
Pengaruh terapi progressive muscle relaxation terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi
By Herlina Anggraeni, Handono Fatkhur Rahman and Baitus Sholehah.
Abstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling sering dialami oleh lansia dan menjadi faktor risiko utama terjadinya berbagai komplikasi serius, seperti stroke, gagal ginjal, penyakit jantung, serta penurunan kualitas hidup. Selain terapi farmakologis, berbagai terapi nonfarmakologis telah dikembangkan untuk membantu mengendalikan tekanan darah, salah satunya adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR) yang bekerja melalui mekanisme relaksasi otot dan penurunan aktivitas saraf simpatis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Ketapang. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 61 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa terapi Progressive Muscle Relaxation dilakukan selama 20 menit dengan 14 gerakan sesuai prosedur yang telah ditetapkan. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian intervensi menggunakan alat pengukur tekanan darah, kemudian data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah sistolik maupun diastolik setelah pemberian terapi Progressive Muscle Relaxation, dengan nilai p-value < 0,05, sehingga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Disimpulkan bahwa terapi Progressive Muscle Relaxation berpengaruh signifikan dalam menurunkan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi dan dapat direkomendasikan sebagai terapi nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk mendukung pelayanan keperawatan serta pengendalian hipertensi di masyarakat.






