Jurnal Kesehatan Tambusai
Pengaruh pemahaman dan karakteristik sosiodemografi terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di puskesmas bago
By Farhatus Sholehah, Umi Fatmawati and Hilmia Lukman.
Abstract
Hipertensi merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi tinggi di Indonesia, termasuk Kabupaten Probolinggo. Kepatuhan penggunaan obat antihipertensi menjadi faktor kunci dalam pengendalian tekanan darah, namun masih ditemukan tingkat kepatuhan yang rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemahaman dan karakteristik sosiodemografi terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Bago. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 80 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup karakteristik sosiodemografi, kuesioner pemahaman hipertensi (HK-LS termodifikasi), dan kuesioner kepatuhan (ProMAS termodifikasi). Analisis data menggunakan uji regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pemahaman tinggi (50,0%) dan kepatuhan sedang (36,2%). Namun, secara parsial maupun simultan, pemahaman dan seluruh variabel sosiodemografi (usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, tingkat pendidikan, status pekerjaan, pendapatan, status perkawinan, dan komorbiditas) tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan (p>0,05; R²=0,059). Nilai R² sebesar 5,9% mengindikasikan bahwa 94,1% variasi kepatuhan dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan pasien hipertensi tidak semata-mata ditentukan oleh pemahaman atau faktor sosiodemografi, melainkan oleh faktor psikososial, dukungan keluarga, dan kualitas komunikasi tenaga kesehatan-pasien.






