Jurnal Kesehatan Tambusai
Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare pada balita
By Dewi Asmarani Amir and Apriyani Puji Hastuti.
Abstract
Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi pada balita dan berkontribusi terhadap tingginya angka kesakitan anak. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian diare pada balita adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai diare, baik dari aspek penyebab, gejala, pencegahan, maupun penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Teling Atas Kota Manado. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang terdiri atas data karakteristik responden, tingkat pengetahuan ibu tentang diare, dan riwayat kejadian diare pada balita. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang diare sebanyak 40 orang (80,0%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 9 orang (18,0%), dan tingkat pengetahuan kurang sebanyak 1 orang (2,0%). Kejadian diare ditemukan pada 24 balita (48,0%), sedangkan 26 balita (52,0%) tidak mengalami diare. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai χ² = 1,033 dengan p-value = 0,597 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare pada balita. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejadian diare pada balita tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu, tetapi juga oleh faktor lain seperti sanitasi lingkungan, kualitas air bersih, kebiasaan hidup bersih dan sehat, status gizi anak, serta kondisi sosial ekonomi keluarga.






