Jurnal Kesehatan Tambusai
Studi kasus : Asuhan keperawatan jiwa pada pasien halusinasi dengan ketidakpatuhan minum obat untuk menurunkan gejala halusinasi di desa langir wilayah kerja puskesmas waipare
By Maria Novryati and Adelheid Riswanti Herminsih.
Abstract
Gangguan jiwa merupakan masalah kesehatan yang dapat memengaruhi pola pikir, emosi, dan perilaku seseorang. Salah satu gejala yang sering ditemukan adalah halusinasi pendengaran yang dapat mengganggu kemampuan pasien dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ketidakpatuhan minum obat menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kekambuhan dan memperberat gejala halusinasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan asuhan keperawatan jiwa pada pasien halusinasi dengan ketidakpatuhan minum obat untuk menurunkan gejala halusinasi di Desa Langir wilayah kerja Puskesmas Waipare. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien dengan halusinasi pendengaran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Intervensi keperawatan dilakukan selama tiga hari meliputi pengenalan halusinasi, teknik menghardik, edukasi kepatuhan minum obat, latihan mengontrol halusinasi, serta pemberian dukungan dan edukasi kepada keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan intervensi, kedua pasien mengalami penurunan gejala halusinasi, peningkatan kemampuan mengenali dan mengontrol halusinasi, serta peningkatan kepatuhan dalam minum obat. Keluarga juga menunjukkan peran dalam membantu mengawasi dan mendukung kepatuhan pengobatan pasien. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan asuhan keperawatan jiwa yang dilakukan secara terstruktur melalui pengontrolan halusinasi, edukasi kepatuhan minum obat, dan dukungan keluarga dapat membantu menurunkan gejala halusinasi pada pasien dengan halusinasi pendengaran.



