Jurnal Kesehatan Tambusai
Paradigma pencegahan stunting berbasis kearifan lokal bugis : Integrasi nilai budaya dalam penguatan peran keluarga menggunakan metode scoping review
By Ernawati Ernawati and Arlin Adam.
Abstract
Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh faktor gizi, keluarga, sosial, ekonomi, lingkungan, serta budaya. Penelitian ini bertujuan memetakan implementasi kearifan lokal, budaya, pengetahuan tradisional, dan indigenous knowledge dalam pencegahan stunting serta mengidentifikasi bentuk, komponen, dan mekanisme yang berkontribusi terhadap penguatan peran keluarga. Penelitian menggunakan metode scoping review dengan pedoman PRISMA-ScR. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect menggunakan kerangka PICOS. Dari 877 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 18 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui narrative synthesis dan thematic synthesis. Hasil kajian mengidentifikasi sepuluh tema utama, yaitu edukasi gizi dan komunikasi kesehatan berbasis budaya lokal, pemanfaatan pangan lokal dan indigenous knowledge, dukungan keluarga, praktik pengasuhan dan pemberian makan, norma dan kepercayaan budaya, literasi kesehatan berbasis budaya dan komunitas, peran ibu dan karakteristik maternal, determinan sosial, ekonomi, lingkungan, dan etnisitas, kolaborasi komunitas dan lintas sektor, serta integrasi nilai budaya lokal dalam pencegahan stunting berbasis keluarga. Temuan menunjukkan bahwa kearifan lokal mampu meningkatkan penerimaan edukasi kesehatan, memperkuat dukungan keluarga, dan mendorong praktik pengasuhan yang lebih baik, meskipun beberapa praktik budaya tertentu masih berpotensi meningkatkan risiko stunting. Kajian ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai budaya Bugis, khususnya Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge’, berpotensi menjadi landasan pengembangan paradigma pencegahan stunting yang kontekstual, berpusat pada keluarga, dan berkelanjutan.





