Jurnal Kesehatan Tambusai
Faktor – faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan asi eksklusif di wilayah kerja puskesmas jebus tahun 2026
By Rinai Agustiara.
Abstract
ASI eksklusif merupakan pemberian ASI tanpa tambahan cairan atau makanan padat lain sejak lahir hingga usia 6 bulan, dan diakui sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Cakupan ASI eksklusif global masih 48%, jauh dari target WHO sebesar 60% pada tahun 2030, sementara di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung cakupannya baru 57,69%, masih di bawah target nasional 80%. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional ini melibatkan 61 responden dari populasi 126 ibu yang memiliki bayi usia 6-24 bulan, dipilih menggunakan rumus Lemeshow dan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada 9-17 Juni 2026 dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan 31 responden (50,8%) memberikan ASI eksklusif, 34 responden (55,7%) berpengetahuan kurang, 35 responden (57,4%) bersikap negatif, dan 47 responden (77,0%) berada pada kelompok umur tidak berisiko. Analisis bivariat menemukan hubungan bermakna antara pengetahuan ibu (p value = 0,014; POR = 4,354), sikap ibu (p value = 0,026; POR = 3,808), dan umur ibu (p value = 0,028; POR = 5,404) dengan pemberian ASI eksklusif. Tenaga kesehatan disarankan meningkatkan edukasi tentang ASI eksklusif serta memberikan pendampingan khusus bagi ibu berpengetahuan kurang, bersikap negatif, dan berumur berisiko guna meningkatkan cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Jebus.




