Jurnal Kesehatan Tambusai
Clinical effectiveness and maternal–fetal outcomes of systemic corticosteroid therapy in pregnancy-related dermatoses : A systematic review
By Irenezka Maghfira Putri Dimulyo, Rafila Inatsania, Nazriel Ilham Adhyaksa and 1 others.
Abstract
Dermatosis terkait kehamilan merupakan kelompok kelainan kulit yang berkaitan dengan perubahan imunologis, hormonal, dan metabolik selama kehamilan. Kondisi ini dapat menyebabkan pruritus berat, lesi kulit inflamasi, serta memengaruhi kualitas hidup ibu hamil. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas klinis penggunaan kortikosteroid sistemik pada ibu hamil dengan dermatosis terkait kehamilan serta mengevaluasi luaran maternal dan neonatal yang berkaitan dengan terapi tersebut. Penelitian ini merupakan systematic review berdasarkan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Artikel yang diikutsertakan merupakan penelitian asli full-text berbahasa Indonesia atau Inggris dalam 10 tahun terakhir yang membahas penggunaan kortikosteroid sistemik pada dermatosis terkait kehamilan. Sebanyak 10 studi, terdiri atas 9 case report dan 1 studi retrospektif, memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara kualitatif. Dermatosis yang paling banyak dilaporkan adalah pemphigoid gestationis. Kortikosteroid yang paling sering digunakan adalah prednison, prednisolon, dan metilprednisolon. Terapi umumnya memberikan respons klinis yang baik berupa perbaikan lesi kulit, penurunan inflamasi, berkurangnya pruritus, dan remisi klinis. Luaran maternal dan neonatal sebagian besar baik, meskipun beberapa studi melaporkan preeklamsia, oligohidramnion, flare postpartum, persalinan prematur, intrauterine growth restriction, lesi kulit neonatal, dan stillbirth pada kasus berat. Kortikosteroid sistemik efektif untuk dermatosis terkait kehamilan dengan manifestasi sedang hingga berat, namun pemantauan maternal dan neonatal tetap diperlukan.






