Jurnal Kesehatan Tambusai
Narrative review : Perbandingan efek nefroprotektif ACE inhibitor dan ARB pada pasien ginjal
By Fadirah Hayattun Nufus and Tuhfatul Ulya.
Abstract
Penyakit ginjal merupakan masalah kesehatan global yang memiliki prevalensi tinggi, beban ekonomi yang besar, serta sering disertai berbagai komorbiditas, seperti diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Kondisi tersebut dapat mempercepat progresivitas kerusakan ginjal dan meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular. Terapi penghambat Renin–Angiotensin–Aldosterone System (RAAS), khususnya golongan angiotensin-converting enzyme inhibitors (ACEI) dan angiotensin receptor blockers (ARB), telah menjadi terapi utama karena efek nefroprotektifnya. Namun, perbedaan efektivitas dan profil keamanan antara kedua golongan obat tersebut pada pasien penyakit ginjal dengan komorbiditas masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek nefroprotektif ACEI dan ARB pada pasien penyakit ginjal dengan komorbiditas. Metode yang digunakan adalah narrative review terhadap artikel penelitian yang dipublikasikan pada periode 2016–2025 dan diperoleh melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ResearchGate. Artikel yang relevan dianalisis secara deskriptif dan komparatif berdasarkan luaran nefroprotektif, seperti progresi chronic kidney disease (CKD), kejadian end stage renal disease (ESRD), proteinuria, serta aspek keamanan terapi. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa ACEI lebih efektif dalam menurunkan risiko progresi CKD, sedangkan ARB memiliki profil keamanan yang lebih baik terhadap risiko ESRD. Kombinasi ACEI dan ARB memberikan efek antiproteinuria yang lebih besar, sementara monoterapi ARB, seperti valsartan, terbukti efektif dalam memperlambat onset ESRD pada pasien diabetes melitus. Dapat disimpulkan bahwa ACEI dan ARB sama-sama memiliki efek nefroprotektif yang signifikan pada pasien penyakit ginjal dengan berbagai komorbiditas, sehingga pemilihan terapi perlu disesuaikan dengan kondisi klinis dan profil risiko pasien.






