Jurnal Kesehatan Tambusai
Faktor – faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di wilayah kerja puskesmas petaling tahun 2026
By Delia Purnama Sari and Hendra Kusumajaya.
Abstract
Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan proses memberikan kesempatan kepada bayi untuk mulai menyusu sendiri dalam satu jam pertama setelah lahir melalui kontak kulit antara ibu dan bayi. Pelaksanaan IMD berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif, mempererat ikatan ibu dan bayi, serta menurunkan risiko morbiditas dan mortalitas neonatal. Namun, cakupan pelaksanaan IMD masih belum mencapai target yang diharapkan karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengetahuan ibu, jenis persalinan, paritas, dan dukungan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di wilayah kerja Puskesmas Petaling Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 ibu bersalin yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu (p=0,000), jenis persalinan (p=0,000), paritas (p=0,009), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,000) dengan pelaksanaan IMD. Pengetahuan yang baik, persalinan normal, paritas yang sesuai, serta dukungan tenaga kesehatan yang optimal berkontribusi terhadap keberhasilan pelaksanaan IMD. Pengetahuan ibu, jenis persalinan, paritas, dan dukungan tenaga kesehatan berhubungan secara signifikan dengan pelaksanaan IMD. Upaya peningkatan edukasi kepada ibu hamil, pendampingan selama persalinan, serta penguatan peran tenaga kesehatan perlu terus dilakukan untuk meningkatkan cakupan dan keberhasilan pelaksanaan IMD.





