Jurnal Kesehatan Tambusai
Akurasi penerapan triage dengan tingkat keberhasilan penanganan pasien gawat darurat
By Hima Hima and Apriyani Puji Hastuti.
Abstract
Instalasi Gawat Darurat (IGD) menuntut ketepatan dan kecepatan dalam penanganan pasien. Metode Emergency Severity Index (ESI) merupakan sistem triase lima level yang berfokus pada tingkat kegawatan dan kebutuhan sumber daya. Akurasi triase sangat bergantung pada kompetensi perawat yang dipengaruhi oleh karakteristik demografi dan masa kerja. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan akurasi triase menggunakan ESI oleh 15 perawat IGD dan dampaknya terhadap tingkat keberhasilan penanganan pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 15 perawat IGD. Data dikumpulkan melalui observasi lembar observasi ketepatan ESI dan response time, serta kuesioner karakteristik responden. Mayoritas responden berpendidikan Ners dan memiliki masa kerja di atas 5 tahun. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan lama bekerja dengan akurasi penerapan triase ESI. Akurasi triase yang tepat berkontribusi langsung pada peningkatan persentase response time \(<5\) menit dan menurunnya angka kejadian overtriage/undertriage.Tingkat Pendidikan , Mayoritas perawat memiliki latar belakang pendidikan profesi Ners (60%), disusul oleh D3 Keperawatan (26,6%), dan S1 Keperawatan+Ners (13,4%).Lama Bekerja: Sebagian besar perawat memiliki masa kerja >5 tahun (60%), yang menunjukkan pengalaman klinis cukup matang di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Akurasi Triase ESI: Sangat Akurat: 4 perawat (26,6%), Akurat: 8 perawat (53,3%) Kurang Akurat: 3 perawat (20,1%) Penerapan triase ESI yang akurat oleh perawat IGD mempercepat waktu tanggap (response time) yang berujung pada peningkatan mutu keselamatan dan tingkat keberhasilan penanganan pasien IGD.







