Jurnal Kesehatan Tambusai
Hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan perubahan siklus menstruasi pada remaja putri kelas viii smp yaspih rajeg
By Siti Chaerunnisa, Siti Haeriyah and Lastri Mei Winarni.
Abstract
Perubahan siklus menstruasi pada remaja putri merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering terjadi dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah konsumsi makanan cepat saji. Makanan cepat saji yang tinggi lemak, gula, dan natrium berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi sehingga menyebabkan perubahan siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan perubahan siklus menstruasi pada remaja putri kelas VIII SMP Yaspih Rajeg. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas VIII SMP Yaspih Rajeg. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen adalah konsumsi makanan cepat saji, sedangkan variabel dependen adalah perubahan siklus menstruasi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan kuesioner perubahan siklus menstruasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sering mengonsumsi makanan cepat saji sebanyak 79 responden (65,8%) dan mengalami perubahan siklus menstruasi sebanyak 91 responden (75,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,001 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan cepat saji dengan perubahan siklus menstruasi pada remaja putri kelas VIII SMP Yaspih Rajeg. Konsumsi makanan cepat saji berhubungan secara signifikan dengan perubahan siklus menstruasi pada remaja putri kelas VIII SMP Yaspih Rajeg. Semakin sering remaja mengonsumsi makanan cepat saji, semakin besar risiko mengalami perubahan siklus menstruasi.








